Pages

Minggu, 06 Juni 2010

Tips merawat baterai laptop

Notebook kini kerap menjadi piranti pilihan banyak orang untuk membantu berbagai aktifitas sehari-hari. Meskipun demikian, ternyata tak semua pemilik ataupun pengguna notebook tahu bagaimana memperlakukan notebook dan baterainya dengan baik dan benar.

Komisi Keamanan Produk Konsumer Amerika telah mencatat setidaknya tak kurang dari 47 kasus notebook yang berasap atau terbakar, sejak Januari 2001 hingga Agustus 2006.

Berikut tips untuk merawat baterai laptop supaya lebih awet:

- Jangan gunakan baterai dan charger notebook yang tidak kompatibel. Jika tidak yakin dengan kompatibilitas baterai pengganti ataupun charger yang digunakan, hubungi bagian layanan dari produsen notebook terkait.

- Baterai notebook dapat menjadi panas dalam pemakaian normal sekalipun. Jangan gunakan notebook sambil diletakkan di pangkuan Anda.

- Ketika menggunakan notebook, hindari meletakkan notebook pada permukaan yang lunak / lembut, semisal pada sofa, tempat tidur atau karpet. Sebab permukaan seperti itu akan menghambat aliran udara di bagian bawah notebook dan dapat menimbulkan overheating.

- Cegah terjadinya kontak pada dudukan baterai yang longgar dengan berbagai jenis obyek terbuat dari metal, seperti penjepit kertas, koin tipis, dan sebagainya.

- Baterai notebook, termasuk notebook itu sendiri tentunya, jangan sampai terjadi tekanan yang berlebihan yang diakibatkan karena terjatuh, terbentur, terhimpit ataupun tertumpuk oleh benda berat di atasnya. Hal tersebut akan mengakibatkan sirkuit di dalam baterai menjadi rentan terjadi hubungan arus pendek (korslet) yang kemudian mengakibatkan overheating.

- Jangan letakkan notebook di aera yang dapat menjadi sangat panas, semisal di bawah terik matahari ataupun di dalam mobil yang diparkir cukup lama di tempat terbuka saat siang hari.

- Menjadi basah atau terkena air, adalah hal yang harus dihindari dari notebook ataupun baterainya. Meskipun nantinya akan mengering dan dapat berfungsi normal, sirkuit di dalam notebook ataupun baterai secara perlahan akan berkarat dan membuat rentan keselamatan penggunanya.

- Pastikan Anda memahami cara menggunakan, menyimpan dan men-charge baterai dan notebook yang telah tertulis di dalam buku manual.

sumber:http://mansur12.wordpress.com/2008/07/03/tips-merawat-baterai-laptop-supaya-lebih-awet/

Sekolah kehidupan berbasis realitas

Sadar atau tidak sadar, kebanyakan sekolah di tanah air saat ini sedang melaksanakan program yang disebut sebagai "fullday". Program fullday yang dimaksud adalah di mana proses pembelajaran dilaksanakan sehari penuh di sekolah yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Dengan kebijakan seperti ini maka waktu dan kesibukan anak-anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan sekolah ketimbang di rumah. Anak-anak dapat berada di rumah lagi bila menjelang sore.

Alasan positif yang dapat dikemukakan bila program fullday dilaksanakan, yaitu anak-anak akan menghabiskan waktunya hampir sehari penuh bersama guru dan temannya, yang kemudian dapat membentuk tata pergaulan dan ukhwah dalam suasana interaksi dan sosialisasi yang bernuansa akademis. Di samping itu, anak didik juga terhindar dari tawuran antarsekolah dan kegiatan yang tak bermanfaat di rumah.

Sedangkan dampak negatif program fullday yang dikemukakan adalah, anak didik akan kelelahan setiba di rumah, kemudian tidur, dan malamnya pun mereka dituntut untuk belajar. Artinya, tidak efektifnya waktu di rumah untuk anak-anak dengan dilaksanakannya program fullday di sekolah. Oleh sebab itu di sini dituntut kearifan para orang tua di rumah. Demikianlah menurut sebagian ahli pendidikan tentang program fullday ini. Meskipun demikian program fullday dinilai lebih banyak manfaatnya, karenanya ia terus di praktekkan. Alasan lain dari perlunya program fullday adalah untuk memacu perkembangan sumber daya manusia, karenanya pula pihak sekolah yang mempraktekkan program itu tidak merasa memiliki "dosa".

Padahal, yang terbayang dari gagasan ini adalah bahwa anak didik seakan-akan hanya memerlukan suasana akademis yang penuh dengan peraturan dan pengawasan, serta tetek bengek urusan sekolah lainnya. Konsekwensi dari diadakannya program fullday itu yang terparah adalah, anak didik akan jauh dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dengan realitas kehidupan yang seharusnya ia hadapi. Dengan demikian dapat dibayangkan, program fullday akan melahirkan produk anak didik yang jauh dari kehidupan nyata. Sadar dengan urusan akademis tapi buta dengan urusan dunia luarnya. Bermain dengan segudang rumusan dalil dan teori namun tidak kritis dengan fenomena yang terjadi di sekitar lingkungannya. Ia keluar dari pabrik bernama sekolah bak sebuah robot yang digerakan dengan remot kontrol, tiada kemandirian (demikian bila meminjam bahasa-bahasa Ivan Illich atau Paulo Freire tentang dunia pendidikan).

Tidak jarang dijumpai, apa yang didapatkan (anak didik) di sekolah bertentangan dengan kenyataan yang ada di luarnya. Menurut hemat saya, tawuran antarpelajar muncul bahkan karena sekolah tempatnya belajar telah membentuk sikap egois yang menganggap teman itu hanya yang satu sekolah saja. Anak lain yang tidak sama sekolahnya lalu dianggap sebagai musuh. Hal ini disebabkan karena mereka terbiasa dan dibentuk oleh suasana akademis masing-masing, sehingga sulit menerima perbedaan atau realitas yang ada. Dari sini, belum tentu dengan program fullday di sekolah akan dapat menghindari tawuran antarpelajar di sekolah. Bukankah tawuran antarpelajar selama ini sering dalam keadaan memakai seragam, dan waktu belajar di sekolah?.

Sekolah Kehidupan

Berangkat dari persoalan di atas, saatnya anak didik diberikan kesadaran akan adanya "sekolah kehidupan". Sekolah yang ada bukan hanya berbentuk huruf "L" atau "U" dengan segudang peraturan di dalamnya. Yang terkadang juga membuat bingung para orang tua karena banyaknya urusan yang harus dipenuhi. Sekolah kehidupan adalah realitas baik-buruk yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang (akan) menghadapi dan menjalaninya. Fenomena kehidupan yang ada berfungsi mendewasakan pikiran untuk menentukan sebuah pilihan hidup di antara proses berpikir yang dianugerahi Tuhan.

Setiap orang diberikan kebebasan untuk belajar di sekolah kehidupan dan dengan itu menentukan jalan hidupnya. Dalam sekolah kehidupan yang menjadi materi pembelajaran adalah baik-buruk realitas itu sendiri, dan yang menjadi guru adalah pribadi masing-masing. Oleh sebab itu tidak ada yang patut bertanggung jawab dan disalahkan dalam menentukan sebuah pilihan yang telah ditetapkan oleh masing-masing individu. Dengan demikian manusia dituntut mengadakan interaksi dengan lingkungannya, belajar dari pengalamannya, dan merancang masa depannya. Realitas yang ada itulah yang menjadi basis bagi sekolah kehidupan.

Sulit untuk dipungkiri bahwa, di sekolah kehidupan inilah tempat di mana setiap orang ditentukan sukses atau gagal. Banyak orang yang pintar, berprestasi, memiliki bermacam gelar, tapi banyak pula yang gagal menerima kenyataan kehidupan yang harus dihadapinya. Dia gagal di sekolah kehidupan. Karena ia tidak memiliki persiapan untuk itu. Sebaliknya, banyak pula orang yang sukses dalam sekolah kehidupan ini meskipun prestasinya di sekolah (dalam arti sesungguhnya) biasa-biasa saja. Karena mereka sadar dengan realitas yang dihadapinya sehingga ia tahu benar bagaimana pula cara menghadapinya.

Jelas sudah, bahwa lembaga sekolah bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan dan kunci keberhasilan seseorang. Dengan demikian, sudah saatnya anak didik dikembalikan kepada realitas kehidupan dengan pengajaran atau Manajemen yang Berbasiskan Realitas (MBR) di sekolah, serta diberikan waktu yang cukup baginya untuk belajar dari realitas itu. Agar anak didik setelah ke luar dari sekolah tidak gagap menerima kenyataan yang ada.

Sebuah Alternatif

Ahli pendidikan dari Brazil, Paulo Freire (1999), lewat pemikiran kritisnya terhadap sistem belajar di sekolah setidaknya menyadarkan kita. Menurut Freire, pendidikan di sekolah selama ini telah menjadikan anak didik sebagai manusia-manusia yang terasing dan tercerabut dari realitas dirinya sendiri dan realitas dunia sekitarnya. Karena sekolah telah mengajarkan anak didik menjadi seperti (orang lain) bukan bagaimana menjadi dirinya sendiri. Ia hanya diberikan kemampuan merubah "penafsiran" seseorang untuk situasi yang dihadapinya, namun tidak mampu merubah "realitas" dirinya sendiri. Oleh sebab itu, bagi Freire, penting bagi anak didik untuk diberi kesempatan mengadakan interaksi dan dialektika dengan sebuah realita yang lebih membebaskan.

Ivan Illich (2000) lewat bukunya Deschooling Society bahkan melihat perlunya masyarakat dibebaskan dari belenggu sekolah. Yaitu suatu kebebasan dari kecendrungan masyarakat yang menganggap bahwa sekolah hanyalah satu-satunya sebagai lembaga pendidikan dan sumber pengetahuan ilmu. Untuk itu, untuk menolong anak didik memiliki kesadaran akan sebuah realitas, maka lembaga sekolah yang ada harus memberikan pengajaran yang berbasiskan realitas kehidupan. Bukan jauh dari realitas atau antirealitas.

Suatu realitas yang ditangkap dengan intelek akan selalu berubah terus, dinamis dan bersifat terbatas, baik dari sudut waktu, ruang maupun bidangnya (Musa Asy'arie, Kompas, 9 Juli 2002). Sebab itu teori atau rumusan dalil yang dipelajari dan diberikan kepada anak didik di sekolah tidak bisa diandalkan sepenuhnya untuk menghadapi realitas itu. Yang diperlukan adalah bagaimana pemahaman anak didik terhadap realitas, bukan bagaimana menghafal teori-teori dan rumusan dalil yang belum tentu sesuai dengan realitas itu sendiri. Untuk mendukung ke arah itu, tentu anak didik diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan realitas. Bukan sebaliknya terkungkung dengan suasana akademis seharian.

Bukankah fungsi pendidikan pada hakikatnya menolong setiap individu anak didik agar mampu menjadi anggota masyarakat yang baik serta berhasil guna dengan cara mengajarkan pengalaman masa lalu dan pengalaman masa kini kepadanya. Bagaimana mungkin akan diajarkan pengalaman masa lalu dan masa kini bila anak didik sendiri jauh dari praktek (realitas) tempat di mana pengalaman itu berlangsung. Dan pengalaman akan dinamakan pengalaman bila setiap orang pernah melalui dan merasakannya, yaitu dalam sebuah kenyataan hidup.

Berangkat dari pandangan seperti ini, maka gagasan program fullday sangatlah kurang --kalau tidak setuju dikatakan tidak-- sesuai dengan prinsip realitas kehidupan yang selalu berubah dan dinamis. Kehidupan yang akan dilalui bagi anak didik ke depan bukanlah kehidupan yang dibentuk oleh sebuah kondisi sekolah, lebih dari itu beraneka corak realitas akan ditemuinya. Dengan demikian, saatnya sekolah melakukan gerakan kesadaran tentang adanya sebuah realitas kehidupan ("sekolah kehidupan") yang menentukan sebuah keberhasilan dan kesuksesan, tentu, dengan cara "mengembalikan" anak-anak ke realitas kehidupan itu sendiri.

sumber:http://re-searchengines.com/lidusyardi.html

Minggu, 30 Mei 2010

PEMECAHAN MASALAH

Kita memecahkan masalah dan membuat keputusan setiap hari dan sepanjang hari:
di rumah, ditempat kerja, di tempat bermain, bahkan di toko pangan.

Beberapa masalah dan keputusan sangat menantang,
dan membutuhkan sejumlah pemikiran, emosi, dan penelitian.Langkah-langkah pedoman ini dirancang untuk membantu Anda untuk membuat keputusan yang baik.
Selamat beruntung!

keleluasaan

Prosedur ini tampak seperti kalau seseorang bergerak teratur langkah demi langkah.Bukan hal ini yang dimaksud.Langkah-langkah ini memudahkan mempersiapkan suatu struktur kerjaterhadap permasalahan . Semua ini tumpang tindih, dan Anda boleh kembali pada langkah awal atau mengerjakannya secara serentak, sejauh Anda pikir sebagai pemecahan yang terbaik.

Contoh Fleksibilitas (kelenturan):

  • Informasi terjadi di semua langkah— berawal dari pengenalan masalah dan penerapan pemecahannya.
  • Informasi baru dapat mendorong Anda untuk mendifinisikan kembali permasalahan.
  • Alternatif mungkin tidak dapat dikerjakan, dan Anda harus menemukan sesuatu yang lain.
  • Beberapa langkah mungkin digabungkan atau disederhanakan.
sumber: http://mansur12.wordpress.com/2008/05/19/tips-menuju-kesuksesan/

PENYESUAIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Teknik-teknik penyesuaian pemecahan masalah merupakan gabungan antara logika dan daya pikir, dan jika tidak tepat, akan menciptakan jalan keluar yang memuaskan.

Jika Anda tidak mengikuti proses pemecahan masalah secara lengkap, gunakan teknik-teknik apabila Anda

  • Mempunyai sedikit waktu meneliti
  • Tidak membutuhkan analisis yang canggih
  • Dapat menerima resiko
  • Dapat membuat keputusan yang sebaliknya

Pertimbangan di dalam penyesuaian pengambilan keputusan :

Keputusan yang mengejutkan
Buatlah keputusan tambahan untuk mencapai suatu keputusan objektif dan menolak secara penuh (total) keputusan yang Anda tidak dapat ubah.

Contoh: Sebelum mengatur pendingin udara, mencoba layar, bayangan, dan fentilator. Kegiatan ini dapat memungkinkan tugas dilaksanakan. Kalau tidak, langkah ini akan masih harus dibantu dengan pendinginan gedung dan peningkatan daya guna pendingin (air-condition) kalau kemudian di-install.

Penyelidikan
Gunakan informasi yang tepat untuk menguji suatu hasil..
Penyelidikan adalah suatu pengubahan dengan strategi uji-coba kesalahan untuk mengendalikan resiko. Perbedaan melempar dadu, membutuhkan suatu pemikiran yang padat menyangkut tujuan dan arah. Gunakan teknik ini untuk bergerak hati-hati di dalam langkah kecil ke arah suatu penyelesaian.

Contoh: Dokter-dokter menolak kesepakatn tunggal, sebagai diagnosa yang tidak lengkap terhadap suatu penyakit. Melalui kehati-hatian tetapi dengan penelitian yang tepat, mereka dapat menentukan penyebab suatu penyakit dan penyembuhannya.

Pengaturan(pengendalian) dengan pengecualian
Bekerja berdasarkan hal-hal tersebut cara kritis untuk Anda, dan meninggalkan hal-hal lain yang tidak kritis.
Membuat strategi dan (membuat) pengutamaan.

Contoh: Anda pembimbing matematika untuk anak. Anda mengetahui bahwa keluarga berada di dalam situasi yang sulit, tetapi Anda tidak memiliki keahlian untuk membantu. Anda informasikan ahli dalam hal ini sebagai tindak lanjut mereka, tetapi lanjutkan dengan memusatkan perhatian mendorong anak dengan pekerjaan rumah.

Membatasi
Meluasnya resiko penolakan keputusan yang mengekang Anda ke arah satu pilihan kalau Anda tidak siap menyepakatinya.

Contoh: Kecerdikan investor tidak meletakkan telur-telur di dalam satu keranjang. Mereka menyebarkan resiko secara seimbang ke beberapa wadah, ikatan, dan secara tunai.

Perasaan
Beberapa pilihan berdasarkan pengalaman Anda, nilai-nilai, dan emosi-emosi (perasaan hati Anda yang baik)! Sementara sering kemungkinan untuk sampai ke kebenaran melalui intuisi, tidak membangunnya secara istimewa.Hal itu dapat menghasilkan penilaian yang cepat dan keputusan yang gegabah. Pertama gunakanlah logika, kemudian perasaan Anda untuk membuat keputusan terasa benar.

Penundaan
Kalau suatu keputusan segera tidak perlu dan ada waktu untuk membangun pilihan, lakukan secara perlahan dan biarkan menunggu. Kadang-kadang tidak berbuat apa-apa adalah keputusan yang terbaik, masalah berlalu , atau dapat diatasi.

Pelimpahan kepada yang lain
Kalau masalah dapat diselesaikan lebih baik oleh seseorang, kalau Anda benar-benar bukan berada pada posisi pertama di dalam masalah itu (identifikasi penanggung jawab), atau sumber Anda (waktu, uang, dsb) tidak akan memenuhi syarat.

Pandangan, kesempatan, dan pilihan
Konsentrasi terhadap masa depan untuk menemukan kesempatan dan pilihan yang tersembunyi.Dengan pilihan, kita memutuskan yang terbaik. Tanpa itu, keputusan menjadi pilihan terpaksa. Dengan menemukan kesempatan besok (masa depan) dan membangun pilihan, Anda akan membuat hasil, pilihan yang berkualitas.


Rintangan terhadap pengambilan keputusan yang efektif

Tidak memutuskan
Menghindari keputusan terperangkap aspek-aspek resiko, ketakutan, dan kekhawatiran yang tidak diinginkan.

Pegang teguh
Menolak menghadapi isu, pada akhirnya akan menemukan gangguan.

Reaksi berlebihan
Membiarkan suatu situasi di luar kontrol, membiarkan emosi yang mengontrol.

“Vacillating”
Menghilangkan keputusan; adalah kesepakatan setengah hati arah suatu kegiatan.

Setengah takaran
Melalui kekacauan. Kepastian keputusan ditemukan, bukan dengan menghindari kontroversi, tetapi melalui penanganan masalah.


sumber: http://mansur12.wordpress.com/2008/05/19/tips-menuju-kesuksesan/

KERAGUAN

Mengatasi Keraguan :

Mulailah dengan satu proyek percontohan.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan mendasar ini sebelum
Anda mengetahui kemajuan Anda :

Apa yang Anda ingin lakukan?

  • Apa tujuan akhir, sebagai hasil akhir?
    Apakah itu jelas atau tidak
  • Apa langkah utama untuk mencapainya?
    Jangan terlalu jelimet : berpikir yang sulit
  • Sejauh ini apa yang telah Anda lakukan?
    Mengakui bahwa Anda sudah menempuh cara yang tepat, bahkan kalau itu sudah melalui pemikiran.
    Jalan yang panjang dimulai dengan langkah pertama.

Mengapa Anda mau melakukan ini?

  • Apa motivasi utama Anda?
    Jangan libatkan diri Anda kalau motivasi Anda negatif.
    Ini jujur dan suatu awal yang baik.
    Bagaimanapun kalau motivasi Anda negatif, ulangi dan kerjakan kembali hingga positif.
    Di mana hasil-hasil positif yang lain akan mengalir untuk mencapai tujuan Anda.
  • Pengidentifdikasian ini akan membantu?
    Anda memperoleh keuntungan yang Anda mungkin hindari: Beranikan diri bermimpi!

Daftarkan apa yang berada di jalurmu

  • Apa kekuatan Anda untuk berubah?
  • Sumber apa yang berada di luar Anda yang Anda butuhkan?
    Sumber bukanlah semua hal fisik (contoh : peralatan dan uang), termasuk waktu, orang/profesional/orang tua, bahkan sikap
  • Apa yang aklan terjadi bila Anda tidak maju?
    Itu tidak akan melukai, hanya sedikit mengejutkan…

Daftar pengembangan rencana Anda

  • Utama, langkah-langkah nyata
    Suatu proyek mudah, seandainya dibangun secara bertahap;
    Mulai dengan yang kecil;
    Tambahkan satu demi satu kemudian yang lebih luas sebagaimana yang Anda capai dan kembangkan.
  • Berapa lama yang dibutuhkan
    Suatu jadwal akan membantu Anda mempertahankan diagram kemajuan dan memperkuat adanya arah langkah Anda.
  • Berapa lama dalam hari, minggu, dst.
    Anda abdikan diri Anda untuk bekerja.
    Hal ini membantu Anda membangun suatu kebiasaan baru untuk bekerja, membangun lingkungan kerja yang baik, dan jarak dengan hiburan (itu lebih mudah menikmati proyek Anda apabila hiburan-hiburan dikesampingkan).
  • Anda akan memperoleh hadiah di setiap stasiun
    dan juga apa yang akan Anda tolak sampai Anda tiba di setiap stasiun.
  • Buatlah laporan pada waktunya
    Temukan teman terpercaya, atau ahli yang membantu mendorong atau memeriksa kemajuan Anda.

Pengakuan terhadap:

  • Permulaan yang salah dan kesalahan-kesalahan sebagai belajar dari pengalaman.
    Semua itu akan lebih penting daripada keberhasilan, dan memberikan arti pada “pengalaman”.
  • Hiburan-hiburan dan perangkap
    Jangan menolak keberadaan mereka, tetapi menolak godaan mereka.
  • Emosi
    membiarkan frustrasi apabila hal-hal tampaknya tidak membaik
    membiarkan walaupun Anda ada masalah, tetapi Anda melakukan sesuatu tentang hal itu.
  • Khayalan
    Bayangkan diri Anda berhasil.

Akhirnya: kalau keraguan adalah kebiasaan Anda, lupakan itu.
Konsentrasikan pada tugas dan proyek di tangan Anda, dan bangunlah dari sana!


BERPIKIR KRITIS

Strategi Berpikir Kritis di dalam Belajar

Studi berpikir kritis suatu subyek atau masalah dengan pengertian yang luas (terbuka).

Proses dimulai dengan sutau pernyataan apa yang akan dipelajari,
menampilkan temuan tidak terbatas dan pertimbangan kemungkinan-kemungkinan,
dan kesimpulan pola-pola pengertian yang didasarkan pada kejadian.
Alasan-alasan, penyimpangan, dan prasangka baik para pengajar maupun para ahli membandingkan dan membentuk lembaga penilaian.

Masuk dengan pikiran terbuka:

  • Jelaskan tujuan Anda, apa yang Anda ingin pelajari
    Bereskan dan yakinkan subyek Anda dengan guru Anda atau ahli.

Topik dapat dengan frase yang sederhana:
“Peran Gender di dalam permainan video game”
“Sejarah Politik Perancis di antara Perang Besar pada paruh abad ke-20“
“Penanaman Pohon Mahogoni di Amerika Tengah”
“Peraturan Perpipaan Domestik di Daerah Pinggiran Kota”
“Kosa kata dan Struktur Kerangka Manusia”

  • Pikirkan apa yang Anda ketahui tentang subyek
    Apa yang Anda sudah ketahui akan membantu Anda di dalam studi ini?
    Apa prasangka Anda?
  • Sumber apa yang penting untuk Anda, dan penentuan garis waktu Anda?
  • Memperoleh informasi
    Menutup pikiran tidak akan membuka pilihan Anda dan
    peluang kesempatan.
  • Bertanyalah
    Apa prasangka para pengarang terhadap informasi?
  • Aturlah apa yang Anda kumpulkan ke dalam pola-pola pemahaman
    Carilah kaitannya
  • Ajukan pertanyaan (lagi)
  • Pikirkan bagaimana Anda akan mendemonstrasikan pelajaran Andaesuai
    sesuai dengan topik Anda. Ya! Bagaimana Anda mencipatakan ujian
    Tentang apa yang Anda pelajari?
    Dari yang sederhana ke yang lebih sulit (1-6) terapan:

1.

Daftar, label, identitas

Demonstrasi Pengetahuan

2.

Defininisikan, jelaskan,
ringkaskan dengan kata-kata
Anda sendiri

Pengertian/Pemahaman

3.

Pecahkan, terapkan ke situasi baru

Gunakan pelajaran Anda, dan terapkan

4.

Bandingkan dan tentangkan, perbedaan antara item

Analisis

5.

Ciptakan, gabungkan, invent

Sintesis

6.

Alihkan, rekomendasikan, nilai

Evaluasi dan jelaskan mengapa

Pikirkan di dalam aturan bagaimana membuat pelajaran Anda sebagai petualangan di dalam penjelajahan!

Ringkasan Berpikir Kritis:

  • Tentukan fakta-fakta di dalam situasi baru atau subyek tanpa prasangka
  • Tempatkan fakta-fakta dan informasi ini sedemikian rupa di dalam pola Sehingga Anda memahaminya
  • Menerima atau menolak sumber nila dan kesimpulan yang didasarkan pada pengalaman, penilaian, dan keyakinan Anda.
sumber: http://mansur12.wordpress.com/2008/05/19/tips-menuju-kesuksesan/

BERPIKIR YANG CERDIK

Meskipun anda bukanlah seorang jenius, anda dapat mengunakan strategi yang sama seperti yang digunakan Aristotle dan Einstein untuk memanfaatkan kreatifitas berpikir anda dan mengatur masa depan anda lebih baik.”

Kedelapan statregi berikut ini dapat mendorong cara berpikir anda lebih produktif daripada reproduktif untuk memecahkan masalah-masalah. “Strategi-strategi ini pada umumnya ditemui pada gaya berpikir bagi orang-orang yang jenius dan kreatif di ilmu pengetahuan, kesenian, dan industri-industri sepajang sejarah.”

1. Lihatlah persoalan anda dengan berbagai cara yang berbeda dan cari perspektif baru yang belum pernah dipakai oleh orang lain (atau belum diterbitkan!)

Leonardo da Vinci percaya bahwa untuk menambah pengetahuan tentang suatu masalah dimulai dengan mempelajari cara menyusun ulang masalah tersebut dengan berbagai cara yang berbeda. Ia merasa bahwa pertama kali melihat masalah itu terlalu prubasangka. Seringkali, masalah itu dapat disusun ulang dan menjadi suatu masalah yang baru.

2. Bayangkan!

Ketika Einstein memikirkan suatu masalah, ia selalu menemukan bahwa perlu untuk merumuskan persoalannya dalam berbagai cara yang berbeda-beda yang masuk akal, termasuk menggunakan diagram-diagram. Ia membayangkan solusi-solusinya dan yakin bahwa kata-kata dan angka-angka tidak memegang peran penting dalam proses berpikirnya.

3. Hasilkan! Karakteristik anak jenius yang membedakan adalah produktivitas.

Thomas Edison memegang 1.093 paten. Dia memberikan jaminan produktivitas dengan memberikan ide-ide pada diri sendiri dan asistennya. Dalam studi dari 2.036 ilmuwan sepanjang sejarah, Dekan Keith Simonton, dari University of California di Davis, menemukan bahwa ilmuwan-ilmuwan yang dihormati tidak hanya menciptakan banyak karya-karya terkenal, tapi banyak yang buruk. Mereka tidak takut gagal, atau membuat kesalahan besar untuk meraih hasil yang hebat.

4. Buat kombinasi-kombinasi baru. Kombinasikan, and kombinasikan ulang, ide-ide, bayangan-bayangan, and pikiran-pikiran ke dalam kombinasi yang berbeda, tidak peduli akan keanehan atau ketidakwajaran.

Keturunan hukum-hukum yang menjadi dasar ilmu genetika modern berasal dari pendeta Austria, Grego Mendel, yang mengkombinasikan matematika dan biologi untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru.

5. Bentuklah hubungan-hubungan; buatlah hubungan antara peroalan-persoalan yang berbeda

Da Vinci menemukan hubungan antara suara bel dan sebuah batu yang jatuh ke dalam air. Hal ini memungkinkan Da Vinci untuk membuat hubungan bahwa suara mengalir melalui gelombang-gelombang. Samuel Morse menciptakan stasiun-stasiun penghubung untuk tanda-tanda telegraf ketika memperhatikan stasiun-stasiun penghubung untuk kuda-kuda.

6. Berpikir secara berlawanan.

Ahli ilmu fisika Niels Bohr percaya bahwa jika andamemegang pertentangan secara bersamaan, kemudian anda menyingkirkan pikiran anda dan akal anda bergerak menuju tingkatan yang baru. Kemampuannya untuk membayangkan secara bersamaan mengenai suatu partikel dan suatu gelombang mengarah pada konsepsinya tentang prinsip saling melengkapi. Dengan menyingkirkan pikiran (logis) dapat memungkinkan akal anda untuk menciptakan sesuatu yang baru.

7. Berpikir secara metafor.

Aristotle menganggap metafora sebagai tanda yang jenius, dan percaya bahwa individual yang memiliki kapasitas untuk menerima persamaan antara dua keberadaan yang berbeda dan menghubungkannya adalah individual yang punya bakat kusus.

8. Persiapkan diri anda untuk menghadapi kesempatan.

Bilamana kita mencoba sesuatu dan gagal, kita akhirnya mengerjakan sesuatu yang lain. Hal ini adalah prinsip pertama dari kekreatifan. Kegagalan dapat menjadi produktif hanya jika kita tidak terfokus pada satu hal sebagai suatu hasil yang tidak produktif. Sebaliknya, menganalisa proses, komponen-kompnen dan bagaimana anda dapat mengubahnya untuk memperoleh hasil yang lain. Jangan bertanya, ?Mengapa saya gagal?? melainkan ?Apa yang telah saya lakukan??


sumber: http://mansur12.wordpress.com/2008/05/19/tips-menuju-kesuksesan/

Mengubah Pandangan Hidup

Kebahagiaan dan kesuksesan adalah suatu keadaan yang selalu dicari dan menjadi dambaan setiap mahluk di muka bumi yang bernama manusia. Dalam pencarian itu dapat dikatakan setiap gerak, usaha dan langkah diupayakan. Seluruh waktu dicurahkan bahkan tidak jarang jiwa dan raga sekalipun dikorbankannya untuk mendapatkannya. Hanya sayang sekali, sejarah juga menunjukkan bahwa tidak semua manusia mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan. Banyak anak manusia yang tersesat di jalan, gagal bahkan tidak sedikit terperosok ke dalam lubang kehancuran.

Apa sebenarnya kesuksesan dan kebahahagiaan itu? Selama ini kesuksesan itu lebih banyak dilihat sebagai suatu keadaan atau konsep saja, padahal sebenarnya kesuksesan itu adalah sebuah proses perjalanan dari pengalaman dan keahlian seorang anak manusia.

Kesuksesan adalah sejumlah kebiasaan yang harus dilakukan dengan baik, sabar serta dibutuhkan waktu dan pengorbanan. Karena kebiasaan dan penerapannya itulah yang akan menentukan keberhasilan seseorang, baik dalam kaitannya dengan status sosial, kedudukan, maupun keahliannya dalam melakukan tugas.

Bagaimana sisi kesuksesan dipandang dari Islam? Bagaimana kita mencapainya?

1. TUJUAN HIDUP MANUSIA

Sebelum menjawab mengenai kesuksesan marilah kita lihat dahulu apa tujuan hidup manusia dengan merujuk kepada tujuan Allah telah menciptakan manusia sebagaimana dijelaskan dalam firmannya:

Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (adz Dzariyat 56)

Kesuksesan yang hendak kita raih di dalam kehidupan baik di dunia maupun akhirat bersandar kepada apa yang menjadi tugas utama kita sebagai manusia yaitu mengabdi kepada Allah. Kemudian Allah memberikan kebebasan yang sempurna tetapi dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh syariat dengan tujuan untuk memakmurkan bumi dan mewujudkan hasil-hasil yang didapat sebagaimana dijelaskan di dalam firmanNya:

Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada Malaikat, sesungguhnya Aku akan jadikan di muka bumi ini seorang khalifah (Al Baqarah ayat 30).

Jadi kebahagiaan dan kesuksesan akan datang dalam konteks pengabdian yang sebenarnya kepada Allah Swt dan pemakmuran bumi yang dilakukan dengan cara membangun peradaban manusia yang benar.

2. KEBIASAAN DAN PENGARUHNYA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Dengan berdasarkan pendapat bahwa kesuksesan adalah suatu proses yang dibangun dari kebiasaan, ternyata dalam kehidupan manusia, kebiasaan memiliki pengaruh yang besar. Setiap orang dari kita digerakkan oleh kebiasaan. Ibarat pepatah tanamlah suatu perbuatan dan tuailah suatu kebiasaan; tanamlah suatu kebiasaan dan tuailah suatu perilaku; tanamlah suatu perilalaku tuailah suatu keberuntungan.

Contohnya: bila datang bulan Ramadhan, kehidupan seorang muslim mengalami perubahan baik dari kebiasaan makan, tidur maupun kebiasaan shalatnya. Bulan Ramadhan hanya datang sekali dalam satu tahun. Dalam bulan-bulan biasa, setiap muslim terbiasa dengan kehidupan yang rutin khususnya kebiasaan makan minum dan shalat. Tetapi begitu datang bulan Ramadhan, kebiasaan kebiasaan tersebut harus diubah dan diganti dengan kebiasaan baru.

Tetapi setelah berlalunya hari pertama, kita mulai biasa melakukan shalat malam dan rutinitas keseharian kita juga berubah. Kitapun dapat merasakan kemudahan dan tidak lagi merasa berat untuk melakukan rutinitas di bulan Ramadhan. Ketika akhir bulan Ramadhan pun kita kita sudah terbiasa dengan shaum dan tidak lagi merasa berat menjalani puasa dan mungkin siap menjalani kehidupannya dengan cara semacam itu.

Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena ia telah terbiasa melakukannya dan ia telah mengubah kebiasaan-kebiasaan lama dengan kebiasaan baru.
Apa yang terjadi di bulan Ramadhan ini merupakan pelajaran penting dari Tuhan yang mengajarkan kepada kita bahwa mengubah kebiasaan adalah sesuatu yang mudah dan dapat dilakuka n oleh setiap manusia.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kehidupan kita diatur oleh berbagai macam kebiasaan. Diantara kebiasaan itu ada yang bermanfaat ada pula yang tidak bermanfaat. Tentunya kita diharapkan dapat memperkuat kebiasaan yang bermanfaat dan dapat menjauhkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat atau membahayakan

3. APA YANG DIMAKSUDKAN DENGAN KEBIASAAN

Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa kita lakukan, kebiasaan dapat berupa sesuatu yang diindera, seperti pergi ke tempat tertentu, makan makanan tertentu. Tetapi juga dapat berupa sikap atau perasan: misalnya menghormati orang lain, memuliakan tamu, memberikan senyuman, jujur, tidak bergunjing dll.

Para psikolog menjelaskan bahwa kebiasaan terdiri dari 3 unsur yang saling berkaitan erat:

Pengetahuan, yaitu pengetahuan yang bersifat teoritis mengenai sesuatu yang ingin dikerjakan;

Keinginan, yaitu adanya motivasi atau kecenderungan untuk melakukan sesuatu;

Keahlian, maksudnya kemampuan untuk melakukannya.

Jika ketiga unsur itu bertemu didalam perbuatan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Akan tetapi jika kurang salah satunya, maka perbuatan itu tidak dapat dikategorikan sebagai kebiasaan. Contoh membaca (bisa membaca, mengetahui pentingnya membaca dan ada motivasi atau keinginan untuk membaca).

4. MEMBANGUN KEBIASAAN YANG BERMANFAAT DAN MENGHINDARI KEBIASAAN YANG TIDAK BERMANFAAT

Kita dapat membentuk kebiasaan-kebiasaan baru yang bermanfaat dengan cara, berusaha mencari pengetahuan tentang sesuatu yang akan kita lakukan, melatih diri sehingga kita mampu melakukannya dan diteruskan dengan upaya membangkitkan motivasi atau keinginan melakukannya.

JIka ingin menghindarkan diri dari kebiasaan yang tidak bermanfaat, harus diperhatikan dua unsur yaitu pengetahuan dan keinginan. Kita harus menambah pengetahuan mengenai dampak negatifnya setelah itu dilanjutkan dengan memperhatikan unsur keinginan.

Mulailah dengan mengubah faktor-faktor pendorong dan kecenderungan yang mengarah kepada kebiasaan negatif.

Kebiasaan yang ada dalam kehidupan kita terbentuk dan dibangun dalam waktu yang lama sehingga kita merasa mudah untuk melakukan dan mengulanginya bahkan dalam melakukannya terkadang kita tidak lagi perlu berfikir panjang.

Karena itu dalam membentuk kebiasaan baru merupakan pekerjaan yang memerlukan kesungguhan, pengorbanan dan konsentrasi, sebagaimana meninggalkan kebiasaan lama juga membutuhkan adanya keseriusan.

Allah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (ar Ra’d 11)

Jadi langkah pertama yang harus dilakukan, manusia harus kembali kepada dirinya sendiri guna menganilisis kebiasan-kebiasaan yang dimilikinya, baik yang berkaitan dengan dirinya maupun berkaitan dengan masyarakat. Jika ia menemukan perilaku yang menyimpang. Maka ia harus melakukan perubahan ke dalam dirinya secepat mungkin.

Dengan demikian Perubahan dalam kehidupan manusia baik berkaitan dengan dirinya maupun dengan masyarakat akan datang dari dalam diri manusia sendiri.

5. TIGA UNSUR UTAMA KESUKSESAN

Kesuksesan seseorang baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadinya sangat tergantung pada tiga aspek utama yang terdapat di dalam kepribadiannya.

P. Pandangan Hidup
H. Hubungan Antar Manusia.
K. Keahlian

Pandangan hidup;

Pandangan hidup atau visi erkait dengan daya rasa manusia terhadap hidupnya serta terkait dengan kemampuannya untuk memindahkan rasa tersebut ke wilayah praktek. Apa tujuan-tujuan besar yang hendak dicapainya? Standar moral apa yang digunakannya untuk mencapai tujuan tersebut?

Hubungan Antar Manusia

Apakah ia bers ifat terbuka, luwes ataukan selalu berhati-hati; apakah ia memiliki sifat toleran dan pandai bergaul atau ia seorang yang sulit berinteraksi dengan orang lain dan tidak penyabar?

Keahlian, berhubungan dengan, mekanisme dan pengetahuan tertentu. Keahlian apa yang dimiliknya, bidang apa yang dikuasainya, profesi apa yang ditekuninya.

Dari aspek Pandangan Hidup lahir empat macam kebiasaan:
1. Berusaha mencapai keunggulan;
2. Menentukan tujuan;
3. Membuat rencana;
4. Menyusun prioritas

Dari aspek Hubungan dengan sesama manusia muncul beberapa kebiasaan
1. Keahlian berkomunikasi;
2. Berfikir positif;
3. Keseimbangan/moderat.

Dari aspek Keahlian, melahirkan 3 macam kebiasaan:
1. Konsentrasi (fokus)
2. Manajemen Waktu;
3. Berjuang melawan Diri Sendiri;

Pada hakekatnya, ketiga aspek utama tersebut terdapat dalam diri setiap orang, tetapi terkadang ada perbedaan kadar untuk masing-masing aspek yang dimiliki. Terkadang seseorang memiliki kadar kepandaian yang luar biasa dalam berinteraksi dengan manusia, tetapi ia mengeluh aspek pandangan hidupnya yang tidak kuat atau ia tidak memiliki keahlian yang tinggi yang dibutuhkan guna mencapai kesuksesan di dalam pekerjaannya.

Adapula orang yang memiliki tingkat keahlian yang tinggi dan pengetahuan tertentu yang berkaitan dengan profesinya, tetapi ia tidak pandai berinteraksi dengan sesama manusia serta memiliki pandangan yang lemah.

Keseimbangan antara ketiga aspek tersebut merupakan sesuatu yang harus ada jika kita ingin membangun kepribadian yang sempurna.

Dengan demikian 10 Kebiasaan agar manusia dapat menjadi sukses adalah

a. Berusaha mencapai keunggulan;
b. Tentukan Tujuan;
c. Buat Rencana;
d. Susun Prioritas
e. Konsentrasi (fokus)
f. Manajemen Waktu;
g. Berjuang melawan Diri Sendiri;
h. Pandai berkomunikasi;
i. Berfikir positif
j. Moderat.

A. BERUSAHA MENCAPAI KEUNGGULAN

Kebiasaan ini merupakan salah satu yang terpenting dari sepuluh kebiasaan manusia sukses. Berusaha mencapai keunggulan adalah berusaha dengan tekun dan terus menerus guna mencapai keunggulan di dalam hidup.
Hal ini mengandung pengertian selalu berusaha untuk menjaga perkembangan diri, dengan meningkatkan kualitas keimanan, ahlak, hubungan dengan manusia dan memanfaatkannya untuk mewujudkan misi hidupnya.
Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan dalam hidup terdiri atas 3 Aspek Penting:

Pertama: Selalu Berusaha Untuk Meningkatkan Keimanan;
Iman merupakan faktor yang sangat menentukan. Faktor ini diperoleh dengan menjalin hubungan dengan Allah SWT secara terus menerus. Jika kita memiliki hubungan kuat dengan Allah SWT dan tingkat keimanan tinggi maka kita dapat mewujudkan misi hidup kita secara efektif. Keimanan sesorang dapat bertambah atau berkurang. Ia akan bertambah dengan ketaatan serta ibadah serta akan berkurang dengan kelalaian dan kealpaan.

Kebiasaan berusaha untuk mencari Keunggulan ini dapat menyebabkan seseorang memperoleh kebaikan dan hidayah yang lebih daripada hari sebelumnya. Allah telah mengisyaratkan hasil yang akan diperoleh seseorang jika ia berusaha untuk mencapai keunggulan keimanan ini.

Orang orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami (al – Ankabut 69)

Perumpamaan nafkah orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas karunia Nya lagi Maha Mengetahui (al Baqarah 261)

Hadis Kudsi:
“Barang siapa mendekat kepadaKu satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya satu hasta, Barang s iapa mendekat kepadaKu satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, Barang siapa datang kepadaKu dengan berjalan kaki, maka Aku akan mendatanginya dengan segera. Barang siapa menyebut Ku dalam sekelompok orang, maka Aku akan menyebutnya dalam kelompok orang yang lebih baik dari kelompok mereka.”

Hambaku selalu mendekat kepada Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, menjadi kakinya yang dia dia gunakan untuk berjalan, menjadi tangannya yang dia gunakan untuk menangkap. Jika ia minta kepada Ku, maka Aku akan memberinya, dan jika dia meminta perlindungan kepada Ku maka Aku akan melindunginya.”

Pada dasarnya perjalanan hidup seseorang manusia sangat terkait dengan aspek keimanan ini. Jika kehidupan manusia tidak dibangun di atas aspek ini maka kehidupannya tidak akan berarti.

Allah menggambarkan kondisi orang-orang yang tidak memenuhi kehidupannya dengan aspek keimanan dalam firmanNya:

Katakanlah: apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak akan mengadakan penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat (al Khafi 103-105)

Sejalan dengan ini YM Abu dalam salah satu makalahnya (Menjadi Lebih Bahagia Dengan Menjalankan Ajaran Islam) menyatakan bahwa: “…Harapan kita sebenarnya hanya satu, yatu: marilah kita berlomba lomba untuk mencintai Tuhan di atas segala-galanya. Mencintai Tuhan berarti mencintai semua ketetapannya dan ketentuan Tuhan. Lebih kongkrit lagi, mencintai Tuhan harus diwujudkan dengan mengikuti sunnah Rasul Nya. Sebab dalam Al Qur’an Allah Berfirman: “katakanlah (kepada mereka hai Muhammad): Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu.”

Kedua: Selalu berusaha untuk meningkatkan keahlian, pengetahuan dalam bidang tertentu, produktifitas, optimalisasi dan efektifitas dalam pekerjaan atau profesi kita.

Seorang manusia yang tidak mau berusaha untuk mencapai keunggulan dalam pekerjaannya, tidak mengubah etos kerja dan produktifitasnya dan tidak mau berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang ada di dalam dirinya, ia akan tetap berada pada posisi tertentu, tidak akan mengalami kenaikan jabatan, tidak dapat meningkatkan penghasilannya. Sebaliknya seseorang yang memiliki jiwa luwes, gesit dan selalu berusaha untuk memperoleh yang lebih baik, maka ia akan selalu belajar, berusaha menyempurnakan pekerjaan dan meraih prestasi, selalu mencari peluang dan memperkuat faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktifitasnya.

Ketiga: berusaha untuk meningkatkan hubungan positif dengan orang lain

Aspek ini merupakan permasalahan penting di dalam kehidupan manusia. Jika hubungan antara sesama manusia kita positif dan menyenangkan, maka kehidupan kita akan menjadi lebih produktif dan menyenangkan.

Tidaklah heran jika hubungan dengan sesama manusia itu merupakan hal terpenting dalam agama Islam, bahkan merupakan substansi dari agama. Juga tidaklah heran jika ahlak yang mulia dalam berinteraksi dengan orang lain merupakan satu sifat yang dapat menyebabkan seseorang manusia akan mendapatkan kedudukan yang tinggi, yaitu bersama dengan orang-orang yang jujur dan dekat dengan Rasulullah. Hadist: Orang yang paling dekat tempat duduknya diantara kalian dengan tempat dudukku di hari kiamat adalah orang yang paling baik ahlaknya. (Riwayat Tarmidzi)

YM Abu (dalam Makalahnya, “Berlomba-lomba menyempurnaka n Keislaman Kita”) mensitir Fatwa YM Ayahanda Guru yang berbunyi ”..Kalau perilaku tidak dipelihara, ia akan menghancurkan, memporakporandakan, membawa kita kepada neraka dan hambluminannas akan hancur, yang akan merusak pula habluminallah, karena hablumminallah dan habluminnas berpengaruh satu sama lain timbal balik…”

Suatu pekerjaan dapat diganti dengan pekerjaan lain tetapi keluarga dan kerabat tidak dapat diganti. Dalam kaitan dengan usaha untuk mencapai keunggulan dalam aspek hubungan dengan sesama manusia ini, ada sebuah Hadist yang menyatakan “ Bergaulah dengan manusia dengan cara yang kamu harapkan, mereka juga menggunakannya ketika bergaul dengan kamu”

Selanjutnya YM Abu menyatakan: “…sejak dahulu Ayah telah berkata dan berfatwa: jagalah selalu mulutmu, jangan berbicara yang lain selain daripada mengaggungkan dzikrullah atau memuji Allah SWT, memuliakan Rasulullah dan sega guru-guru kita, dan jika berjata, katakanlah yang bermanfaat, yang kreatif, jangan utarakan syakwasangka, gunjuing, irihati dendam kesumat, jangan lepaskan mulut engkau begitu saja yang akan menggores tajam dan melukai saudaramu kesana kemari, menikam kesana kemari dan akhirnya merusak masyarakatmu sendiri.”

Kebiasaan berusaha mencapai keunggulan beserta ketiga aspeknya merupakan kebiasaan yang paling penting menuju pribadi yang sukses. Jika kita berusaha membentuk, melakukan dan melatihnya maka kehidupan kita akan berputar 180 derajat dan dapat kita wujudkan kebahagiaan dan kesuksesan yang diharapkan.

Kebahagiaan menurut orang bijak memiliki tiga sumber yang ada di dalam kehidupan manusia yaitu : Ridha Allah (berusaha mencapai kenggulan dalam aspek Iman); Melakukan pekerjaan secara sempurna dan Menyelesaikan segala urusan satu persatu; Membantu orang lain dengan cara menjaga etika dalam bergaul, berbuat baik kepadanya, mengorbankan sebagian waktu, usaha dan harta untuk kepentingannya

B. TENTUKAN TUJUAN

Macam Tujuan dilihat dari sumbernya: Tujuan Ketuhanan, Tujuan Sosial dan Tujuan Individual
Tujuan ketuhanan ditentukan Allah SWT dengan maksud mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan Sosial merupakan penerapan dari tujuan pertama yang ditentukan oleh tuntutan zaman dan Tujuan Individual adalah yujuan yang ditentukan seseorang untuk dirinya sendiri.

C. SUSUN PRIORITAS

Yang dimaksud dengan menyusun prioritas adalah menyusun sejumlah tujuan, tugas dan pekerjaan, dimulai dari yang paling penting sehingga akan dapat diwujudkan tujuan-tujuan itu dalam waktu yang diberikan kepadanya. Waktu merupakan materi yang sangat mahal.
Kebiasaan menyusun prioritas harus dilakukan setiap hari. Ada dua macam prioritas :
1. prioritas pertama adalah prioritas yang bersifat tetap yaitu yang berkaitan dengan aspek ibadah.
2. prioritas kedua adalah prioritas yang bersifat tidak tetap yang dapat berubah yang berkaitan dengan pekerjaan dan sosial.

D. BUAT RENCANA

Secara singkat yang dimaksud dengan membuat rencana adalah meletakkan tujuan-tujuan kita dalam sebuah program kerja yang dapat dilaksanakan serta menentukan langkah-langkah yang dapat membantu menentukan tujuan.
.
Menyusun rencana menjadikan kita siap untuk menentukan langkah selanjutnya

E. KONSENTRASI

Konsentrasi adalah memusatkan perhatian pada tugas, tanggung jawab atau pekerjaan yang ada di hadapan serta berusaha melaksanakannya terus menerus sehingga benar-benar sampai pada tingkatan terakhir.
Hambatan yang dapat menggangu konsentrasi diantaranya tidak adanya motivasi atau dorongan tidak adanya keahlian yang dibutuhkan; rendahnya tingkat kesabaran. Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang muslim untuk bersabar dan menguatkan kesabaranya.

F. MANAJEMEN WAKTU

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasiha t menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (al-Ashr : 1-3)

Dua nikmat yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang. Waktu berjalan dengan cepat seperti berjalannya awan. Kita tidak dapat berbuat apa-apa selain memanfaatkan dan memfungsikannya dengan baik atau membiarkannya berlalu begitu saja.
Bagaimana menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan waktu terbuang.
1. Pelajari tujuan-tujuan, rencana dan prioritas.
2. Letakkanlah tujuan-tujuan pada sebuah rencana periodik;
3. Buatkanlah daftar pekerjaan (kegiatan) yang akan dilakukan setiap hari;
4. Tutuplah semua jalan (hal) yang dapat memalingkan anda;
5. Manfaatkanlah waktu-waktu yang ada (tersisa)
6. Janganlah anda selalu berpasrah pada hal-hal yang bersifat mendesak.

G. BERJUANG MELAWAN DIRI SENDIRI

“ Orang yang sukses adalah orang yang mengarahkan keinginannya, dan bukan orang yang menjadi budak keinginannya” (Perkataan orang bijak)

“Orang yang dapat mengalahkan nafsunya lebih hebat daripada orang yang dapat menaklukkan sebuah kota” (ungkapan India)

Berjuang melawan diri sendiri adalah berusaha secara terus menerus untuk mengalahkan, menaklukkan, mengendalikan dan membiasakan diri untuk menghadapi sejumlah tanggung jawab, berpegang teguh pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai serta sabar dalam menghadapi kewajiban-kewajiban yang ada. Kebiasaan ini membutuhkan adanya proses pendidikan dan usaha yang sungguh-sungguh karena sifat manusia tidak hanya cenderung kepada sifat malas saja, tetapi juga selalu memerintahkan kepada kejahatan. Firman Allah SWT “ Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan” (S. Yusuf:53)

Bagaimana berjuang melawan diri sendiri :

1. Jadilah orang yang efektif dalam manajemen konflik dengan musuh utama anda (musuh utama manusia adalah setan).
2. Jadilah orang yang mampu mengatur konflik antara diri anda dengan musuh kedua anda dengan baik. (musuh kedua adalah diri anda sendiri).
3. Mendidik Jiwa : diantara cara-caranya diantaranya adalah Muraqabah(kontrol diri), Mujahadah (bersungguh-sungguh), Muhasabah (Introspeksi diri) dan taubat

H. KEPIAWAIAN BERKOMUNIKASI

Seorang Profesor Amerika, Thomas Harrel (1986) di Universitas Stnaford menyebutkan adanya keterkaitan antara sukses dalam kerja dengan proses komunikasi dalam kehidupan manusia. Kajian ini menemukan bahwa diantara standar kesuksesan terpenting adalah sifat terbuka dan inklusif dalam masyarakat. Hal ini ditentukan oleh tiga faktor :
1. pribadi yang terbuka dan fleksibel;
2. pribadi yang suka berbicara kepada orang lain, senang bekerja sama dengan mereka dan meyakinkan mereka;
3. pribadi yang suka kepemimpinan dan pengaruh atas orang lain;

Kajian ini menunjukkan Kesuksesan Hidup hanya sebagian kecil bergantung kepada keahlian kerja atau profesi yang dikuasainya yaitu sekitar 15 % sedangkan bagian besar 85 % bergantung pada keahlian berkomunikasi.

Sifat-sifat dan akhlak berikut merupakan dasar yang tepat dalam mebangun keahlian komunikasi :
1. bekerja demi mewujudkan cita-cita yang tinggi dan besar dalam kehidupan;
2. memberikan perhatian terhadap urusan umum dan tidak terfokus ada urusan pribadi saja;
3. kredibilitas yang tinggi;
4. bijak, hati-hati dan terbuka pada orang lain;
5. sabar dan mampu menampung orang lain;
6. menjadi teladan;
7. berani dan berkepribadian kuat;
8. semangat dan hangat pada orang lain;
9. mengahrgai dan memperhatikan urusan orang lain;
10. bertindak normal, wajar dalam berkata dan bekerja;

IX. BERFIKIR POSITIF

Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak mengahdapi berbagai kejadian yang mungkin negative atau kurang mengenakkan. Berfikir positif adalah mencari hal-hal positif dan baik dari peristiwa yang kita alami dan melupakan ha l yang negatif.
Berfikir positif sangat penting di dalam kehidupan manusia karena dengan berfikir positif anda dapat mengubah hal-hal yang sulit menjadi produktif dan bermanfaat, serta menggunakannya untuk mewujudkan tujuan-tujuan anda dalam hidup ini. Sebaliknya dengan berfikir negatif akan membawa anda kepada kemurungan, kesedihan dan frustasi.
Contoh: Gelas yang setengahnya terisi dan setengahnya kosong
Orang yang berfikir positif: akan menjawab setengahnya penuh
Orang yang berfikir negative: akan menjawab setengahnya kosong
Ini adalah konsep simbolis tentang cara panda manusia terhadap sesuatu. Sebagian memandang dengan pandangan optimis sedangkan sebagian yang lain melihat denan pandangan pesimis.


sumber: http://mansur12.wordpress.com/2008/06/28/mengubah-pandangan-hidup/